Berbagi Semerbak Bunga Ilmu

ORGANISASI BELAJAR

ORGANISASI BELAJAR VERSI SENGE DAN MARQUARDT

A. Definisi

  1. Menurut Senge

Learning Organization is an organization where people continually expand their capacity to create the results they truly desire, where new and expansive patterns of thinking are nurtured, where collective aspiration is set free, and where people are continually learning how to learn together.

Organisasi belajar adalah organisasi dimana orang-orang secara terus menerus memperbesar kapasitasnya untuk menciptakan hasil yang benar-benar mereka inginkan, dimana pola berfikir yang expansif dan baru terpelihara dengan baik, dimana aspirasi kolektif terwadahi dan dimana orang terus menerus belajar melihat keseluruhan secara bersama-sama.

  1. Menurut Marquardt

Learning organization is systematic, accelerated learning that is accomplish by the organizational system as a whole rather than the learning of individual members within the system. Learning organizations are able to transform data into value knowledge and thereby increase the long-term adaptive capacity.”

Organisasi belajar adalah sistematis, percepatan belajar yang dicapai melalui system organisasi sebagai satu kesatuan belajar tiap individu-individu dalam sebuah sistem. Organisasi belajar memungkinkan transformasi data ke dalam nilai ilmu pengetahuan dan dengan demikian meningkatkan kapasitas jangka panjang yang adaptif.

Jadi dapat disimpulkan bahwa organisasi belajar itu terdiri dari beberapa individu, menjadi satu kesatuan kelompok yang memiliki visi dan tujuan yang sama dimana mereka ingin selalu belajar, mau mengeksplorasi lingkungan yang baru, tidak hanya bisa beradaptasi namun mencoba belajar memproduksi, memiliki motivasi untuk selalu aktif dan berinovasi mengoptimalkan potensi yang dimiliki menjadi orang yang berpengetahuan untuk keberhasilan perusahaan.

Dalam buku Building the Learning Organization, Marquardt memberikan manual untuk membangun sebuah organisasi belajar. Dalam pandangan Marquardt, sebuah organisasi belajar harus dibangun menjadi sebuah sistem holistik yang didalamnya akan dipraktekan lima disiplin yaitu system thinking, personal mastery, mental model, shared vision dan team learning; ditambah lagi disiplin dialog yang menurut Marquardt harus dipisahkan menjadi disiplin tersendiri.

Gagasan sistem organisasi belajar yang disebut oleh Marquardt sebagai Systems Learning Organization Model terdiri dari lima sub sistem yaitu learning, people, organization, knowledge, dan technology. Setiap sub sistem tersebut memiliki komponen-komponen yang menentukan optimalnya kerja setiap sub sistem. Dalam sistem tersebut sub system learning merupakan jantung dari sistem organisasi belajar dan sub system tersbut dapat diyakinkan akan berjalan ketika ada topangan dari keempat sub sistem lainnya.

B. Persamaan dan Perbedaan

Persamaannya adalah baik Senge maupun Marquardt mengemukakan bahwa organisasi belajar sama-sama penekanannya pada peningkatan kapasitas individu dan percepatan belajar bersama-sama dalam sistem organisasi. Sedangkan perbedaannya, Peter Senge melihat organisasi belajar dari segi institusinya sedangkan Marquardt melihat dari segi proses dan sistemnya. Jadi kalau dikombinasikan maka organisasi belajar berarti organsisasi yang berupaya untuk meningkatkan kemampuannya dengan cara membangun sebuah sistem pembelajaran untuk memfasilitasi semua stakeholder untuk belajar secara beregu dan sepanjang hayat.

Menurut Marquardt inti atas sub sistem Organisasi Belajar adalah belajar itu sendiri. Kecepatan, kualitas, dan leverage proses belajar dan konten mereka membentuk media yang mendukung, memberi nutrisi, dan memperpanjang ke subsistem lain dari organisasi belajar. Langkah pertama dan mungkin paling penting untuk menjadi organisasi belajar adalah membangun dasar yang kuat berdasarkan visi belajar bersama. Mungkin strategi yang paling penting untuk menginspirasi dan memotivasi sebuah seluruh organisasi untuk bergerak cepat dan tegas untuk menjadi organisasi belajar adalah untuk menghubungkan belajar meningkat dengan peningkatan kesuksesan organisasi. Hal ini menunjukkan bahwa belajar adalah satu-satunya sumber keunggulan strategis berkelanjutan bagi perusahaan. Dia juga mengatakan bahwa menjadi organisasi belajar bukanlah kondisi statis.

Peter Senge seperti dikutip oleh Yusufhadi Miarso mengemukakan definisi organisasi belajar sebagai suatu disiplin untuk mengembangkan potensi kapabilitas individu dalam organisasi yang dikenal dengan The Fifth Dicipline. Menurutnya, untuk melatih disiplin, salah satu harus menjadi pembelajar seumur hidup. sebagai berikut:

1) Berpikir Sistem (Systems Thinking)

Setiap usaha manusia, termasuk bisnis, merupakan sistem karena senantiasa merupakan bagian dari jalinan tindakan atau peristiwa yang saling berhubungan, meskipun hubungan itu tidak selalu tampak. Oleh karena itu organisasi harus mampu melihat pola perubahan secara keseluruhan, dengan cara berpikir bahwa segala usaha manusia saling berkaitan, saling mempengaruhi dan membentuk sinergi.

2) Penguasaan Pribadi (Personal Mastery)

Setiap orang harus mempunyai komitmen untuk belajar sepanjang hayat dan sebagai anggota organisasi perlu mengembangkan potensinya secara optimal. Penguasaan pribadi ini merupakan suatu disiplin yang antara lain menunjukan kemampuan untuk senantiasa mengklarifikasi dan mendalami visi pribadi, memfokuskan enerji, mengembangkan kesabaran, dan memandang realitas secara obyektif. Kenyataan menunjukkan bahwa seseorang memasuki suatu organisasi dengan penuh semangat, tetapi setelah merasa “mapan” dalam organisasi itu lalu kehilangan semangatnya. Oleh karena itu, disiplin ini sangat penting artinya bahkan menjadi landasan untuk organisasi belajar.

3) Pola Mental (Mental Models)

Setiap orang mempunyai pola mental tentang bagaimana ia memandang dunia di sekitarnya dan bertindak atas dasar asumsi atau generalisasi dari apa yang dilihatnya itu. Seringkali seseorang tidak menyadari pola mental yang mempengaruhi pikiran dan tindakannya tersebut. Oleh karena itu setiap orang perlu berpikir secara reflektif dan senantiasa memperbaiki gambaran internalnya mengenai dunia sekitarnya, dan atas dasar itu bertindak dan mengambil keputusan yang sesuai.

4) Visi Bersama (Shared Vision)

Organisasi yang berhasil berusaha mempersatukan orang-orang berdasarkan identitas yang sama dan perasaan senasib. Hal ini perlu dijabarkan dalam suatu visi yang dimiliki bersama. Visi bersama ini bukan sekedar rumusan keinginan suatu organisasi melainkan sesuatu yang merupakan keinginan bersama. Visi bersama adalah komitmen dan tekad dari semua orang dalam organisasi, bukan sekedar kepatuhan terhadap pimpinan.

5) Belajar Beregu (Team Learning)

Dalam suatu regu atau tim telah terbukti bahwa regu dapat belajar dengan menampilkan hasil jauh lebih berarti daripada jumlah penampilan perorangan masing-masing anggotanya. Belajar beregu diawali dengan dialog yang memungkinkan regu itu menemukan jati dirinya. Dengan dialog ini berlangsung kegiatan belajar untuk memahami pola interaksi dan peran masing-masing anggota dalam regu. Belajar beregu merupakan unsur penting, karena – regu bukan perorangan – merupakan unit belajar utama dalam organisasi.

Senge menyatakan bahwa lima disiplin ilmu berkembang sebagai satu kesatuan itu adalah penting, tetapi ia juga mengakui bahwa lima disiplin ilmu itu merupakan tantangan untuk mengintegrasikan beberapa hal pada saat yang sama. Akibatnya, Sistem berpikir sengaja disebut sebagai disiplin kelima, karena disiplin kelima itu adalah disiplin yang mengintegrasikan semua disiplin ilmu lain dan landasan yang mendasari semua disiplin ilmu. Sistem berpikir adalah tentang memahami bagaimana sebuah sistem bekerja secara keseluruhan, karena tanpa orientasi sistemik, tidak ada motivasi untuk melihat bagaimana disiplin ilmu saling berhubungan.

Sedangkan Marquardt mengidentifikasi ciri organisasi belajar:

1)  Belajar dilakukan melalui sistem organisasi secara keseluruhan dan  organisasi seakan-akan mempunyai satu otak;

2)  Semua anggota organisasi menyadari betapa pentingnya organisasi belajar 1.secara terus menerus untuk keberhasilan organisasi pada waktu    sekarang dan akan datang;

3)  Belajar merupakan proses yang berlangsung secara terus menerus serta dilakukan berbarengan dengan kegiatan bekerja;

4)  Berfokus pada kreativitas dan generative learning;

5)  Menganggap berpikir system adalah sangat penting,

6)  Dapat memperoleh akses ke sumber informasi dan data untuk keperluan keberhasilan organisasi;

7)  Iklim organisasi mendorong, memberikan imbalan, dan mempercepat masing-masing individu dan kelompok untuk belajar;

8)  Orang saling berhubungan dalam suatu jaringan yang inovatif sebagai suatu komunitas di dalam dan di luar orgaisasi;

9)   Perubahan disambut dengan baik, kejutan-kejutan dan bahkan kegagalan dianggap sebagai kesempatan belajar;

10) Mudah bergerak cepat dan  fleksibel;

11)  Setiap orang terdorong untuk meningkatkan mutu secara terus menerus;

12)  Kegiatan didasarkan pada aspirasi, reffleksi, dan konseptualisasi;

13)  Memiliki kompetensi inti (core competence) yang dikembangkan dengan baik sebagai acuan untuk pelayanan dan produksi; dan

14)   Memiliki kemampu untuk melakukan adaptasi, pembaharuan, dan revitalisasi sebagai jawaban atas lingkungan yang berubah.

Sumber :

Michael J. Marquardt, (2002). Building The Learning Organization; Mastering the 5 Elements for Corporate Learning. Palo Alto, CA: Davies-Black Publishing, Inc.

Peter M. Senge, (1990). The Fifth Discipline; The Art & Practice of The Learning Organization. New York: A Division of Bantam Doubleday Dell Publishing Group, Inc.

Yusufhadi Miarso, (2011). Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media.

Comments on: "ORGANISASI BELAJAR" (2)

  1. Thanks so much for your interesting articles. I wish you a great success in your study.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: