Berbagi Semerbak Bunga Ilmu

Learning Organization Profile

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 PAGAR ALAM

SMK N 1 Pagar Alam telah menerapkan sebagian tertentu dari strategi-strategi membangun organisasi. Ini mencerminkan bahwa langkah awal sekolah dalam membentuk kondisi untuk terjadinya pembelajaran yang dinamis sudah cukup baik. Walaupun belum maksimal. Langkah sekolah dalam menciptakan terjadinya pembelajaran baik yang sudah ada maupun langkah-langkah penyempurnaan diharapkan dapat mengantisipasi segala perubahan dan ketidakpastian, sehingga pada akhirnya dapat pula menciptakan keunggulan bersaing berkelanjutan. Berikut perolehan skor dan penjelasan aspek-aspek yang terdapat pada insrumen Learning Organization :

Dinamika belajar : Individu, Group dan Organisasi.

Skor yang diperoleh adalah : 11 dan rata-rata skor adalah 2.2 Hal ini menggambarkan tidak seluruh guru dan pegawai yang merasakan kebutuhan secara kontinyu sebagai prioritas utama. Kenyataan ini mencerminkan sekolah belum cukup berhasil menanamkan keinginan agar guru dan pegawai terus berkembang untuk menciptakan karir yang optimal. Menurut Marquardt, program menciptakan karis ini meliputi langkah oraganisasi untuk membiarkan para anggotanya engembangkan diri melalui kursus, belajar sendiri, mentoring serta enyediakan pembelajaran secara berjenjang.

Transformasi organisasi : visi, budaya, strategi dan struktur.

Skor yang diperoleh adalah : 12 dan rata-rata skor untuk aspek ini adalah 2,4 ini berarti aspek transformasi organisasi telah diterapkan lebih baik. Ini berarti mayoritas guru dan karyawan merasa bahwa sebagian besar pimpinan mendukung visi organisasi pembelajar. Sedangkan yang berhubungan dengan pemberdayaan budaya organisasi pembelajar mayoritas menjawab bahwa sekolah telahmenerapkan sebagian tertentu dari seluruh upaya untuk membangun budaya organisasi menuju organisai belajar. Marquardt menyatakan perlu adanya iklim inovasi yang mendukung budaya organisasi belajar. Iklim inovasi ini digambarkan dengan tindakan organisasi yang memberikan penghargaan terhadap semua upaya kegiatan belajar. Pembentukan iklim yang menghargai kegiatan belajar telah menjadi perhatian organisasi.

Kemudian, sekolah baru menerapkan sebagian tertentu dari seluruh strategi untuk membangun strategi organisasi belajar menuju organisasi belajar. Ini mencermikan hanya guru dan pegawai tertentu yang melakukan pembelajaran pada pekerjaan. Dan sekolah ini belum menerapkan seluruh strategi untuk membangun struktur organisasi menuju organisasi belajar. Marquardt berpendapat bahwa organisasi belajar harus mempunyai hirarki yang pendek. Sedangkan sekolah ini terlihat masih cukup panjang.

Pemberdayaan masyarakat : pekerja, manager, pelanggan, dan komunitas

Skor yang diperoleh adalah : 11 dan rata-rata skor untuk aspek ini adalah 2,2 artinya organisasi sudah melakukan pemberdayaan orang-orang dengan cukup baik, namun sekolah baru menerapkan bagian tetentu saja dari seluruh strategi untuk membangun pemberdayaan guru dan pegawai menuju organisasi belajar. Dalam hal memaksimalkan tanggungjawab dan kekuasaan, sekolah menunjukkan bahwa masih kurangnya kewenangan yang diberikan kepada guru dan karyawan. Seharusnya guru dan pegawai dilibatkan dalam program pengembangan strategi dan perencanaan, karena hal ini akan menimbukan rasa dihargai. Namun di sekolah ini hanya guru atau pegawai ataupejabat tertentu saja yang turut terlibat dan berhak menentukannya. Begitu juga dengan pemberdayaan manajer, pelanggan dan komunitas belum dilaksanakan sepenuhnya oleh sekolah.

Manajemen pengetahuan : akuisisi, penciptaan, menyimpan dan menemukan kembali, mentransfer dan menggunakan.

Skor yang diperoleh adalah : 11, dan rata-rata pade aspek ini adalah 2,2 hal ini berarti sekolah telah menerapkan sebagian besar dari seluruh strategi untuk membangun penguasaan pengetahuan menuju organisasi belajar.

Dalam hal penyebaran pengetahuan, program penyebaran informasi melalui lintas unit, lintas departemen dan lintas divisi dirasakan guru dan pegawai masih jarang dilakukan. Garvin (2000: 11) menambahkan untuk menjadi organisasi belajar, pengetahuan/informasi selain harus dapat diinterpretasikan, juga harus diserap secara cepat melalui organisasi, yaitu dari individu ke individu, dari departemen ke departemen, dan dari divisi ke divisi.

Aplikasi Teknologi : Sistem Informasi, Pembelajaran Berbasis Teknologi, Sistem Dukungan Kinerja Elektronik.

Skor yang diperoleh pada aspek ini adalah 11 dan berarti rata-rata skor pada aspek ini adalah 2,2. Hal ini mengindikasikan penerapan teknologi pada sekolah ini dikategorikan sudah cukup baik, meskipun hanya beberapa poin diatas level sedang. Ini berarti pada umumnya guru dan pegawai berpendapat bahwa sekolah ini telah menerapkan sebagian besar namun belum sepenuhnya dari semua strategi yang diperlukan untuk memberdayakana teknologi informasi menuju organisasi belajar. Pada aspek pembelajaran berbasis teknologi, sekolah ini baru menerapkan bagian tertentu dari seluruh strategi untuk membangun penciptaan informasi menuju organisasi belajar.

Kesimpulannya bahwa, SMK N 1 Pagar Alam telah mBerdasarkan angket yang telah diisi, diperoleh data bahwa SMK N 1 Pagar Alam pada skor 56. Di mana skor ini berada pada interval 40 – 60 yang artinya : “A good beginning. Your organization has gathered some important building block to become a learning organization”.  Ini mengindikasikan bahwa SMK N 1 Pagar Alam, pada tahap awal sudah bisa dikategorikan sebagai organisasi yang mulai belajar atau dengan kata lain belum bisa disebut sebagai organisasi belajar, namun sudah memiliki pondasi untuk membangun dirinya sebagai organisasi belajar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: